Iklim Mikro Stabil, Ekosistem Tak Terimbas

Feb 22, 2013 No Comments by

Jakarta, Kompas – Teknologi modifikasi cuaca untuk mengalihkan hujan dari wilayah Jakarta dan sekitarnya belum berpengaruh terhadap iklim mikro yang bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Modifikasi cuaca hanya berdampak pada curah hujan yang berkurang.

”Kondisinya sekarang belum seperti pada masa pancaroba. Kalau saja modifikasi cuaca sampai menimbulkan perubahan seperti kondisi musim pancaroba, perlu diwaspadai seperti adanya wabah demam berdarah,” kata Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Nuramaliati Prijono, ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (4/2).

Modifikasi cuaca untuk menghindarkan hujan yang mengakibatkan banjir Jakarta dengan metode jumping proses dan kompetisi awan diperkirakan mengurangi lebih dari 30 persen curah hujan. Menurut Siti, saat ini belum dilaporkan adanya gangguan atau dampak terhadap ekosistem.

”Seperti pada saat hujan berlangsung sepanjang tahun, hujan yang ada justru menimbulkan dampak hilangnya masa pembungaan. Itu akan mengancam kelangsungan hidup berbagai jenis serangga,” kata Siti.

Yang penting dilakukan warga adalah memastikan kebersihan lingkungan. Modifikasi cuaca dilakukan sementara. Itu pun tidak menghilangkan hujan sama sekali, seperti yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Senin malam kemarin.

Di tempat terpisah, Ari Fahrial Syam, dokter pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengatakan, baru-baru ini mendapat beberapa pasien yang dicurigai terserang penyakit demam berdarah.

”Masyarakat dan dokter harus waspada demam berdarah mengancam Jakarta, setelah 1-2 minggu dilanda banjir besar,” kata Ari Syam.

Warga dengan demam selama tiga hari diimbau segera melakukan pemeriksaan daerah. Pemeriksaan itu, di antaranya, untuk mengetahui jumlah trombosit. Jika trombosit berkurang drastis, dapat diindikasikan terjangkit demam berdarah.

Ari Syam menjelaskan, gejala klinis demam berdarah sekarang sebenarnya bervariasi. Demam yang timbul bisa terus-menerus, naik-turun, atau bisa hanya 1-2 hari. Demam mendadak harus diwaspadai adanya kemungkinan penyakit demam berdarah.

Untuk kondisi cuaca di Jakarta kemarin, selama seharian terdapat mendung dan hujan pada sore hari. Menurut Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hadi Widiatmoko, kondisi cuaca di Jakarta sekarang dipengaruhi adanya pusat tekanan rendah dengan suhu muka laut yang hangat di sebelah barat daya Lampung.

”Pusat tekanan rendah itu bisa meningkat intensitasnya sebagai bibit badai tropis,” kata Hadi.

Imbas dari adanya pusat tekanan rendah tersebut, menurut Hadi, terjadi tarikan massa udara dari belahan bumi utara. Ini yang memicu pertumbuhan awan, di antaranya di wilayah Jakarta dan lebih luas lagi Jawa bagian barat. (ICH/NAW)

Sumber: KOMPAS, Selasa, 05 Februari 2013.

Berita

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
No Responses to “Iklim Mikro Stabil, Ekosistem Tak Terimbas”

Leave a Reply