The Best Palace Ever

Agu 25, 2012 No Comments by

Setiap kelompok peserta mendapatkan lego mainan dengan jumlah dan ukuran yang sama. Mereka semua diminta membangun sebuah istana yang paling megah dalam waktu 20 menit. Kelompok dengan istana buatan terbaik akan keluar sebagai pemenang.

Tujuan

Melatih kerja sama dalam tim untuk menyelesaikan permasalahan dalam waktu yang sangat luas

Cara Permainan

Format             : Berkelompok

Waktu             : 20 – 30 menit

Tempat            : Di dalam maupun di luar ruangan

Materi              : Lego dengan ukuran sedang

Peserta             : 15 – 45 orang

Seluruh peserta pelatihan dibagi menjadi dua, tiga, atau empat kelompok tergantung pada jumlah peserta secara keseluruhan. Setiap kelompok mendapatkan lego mainan dalam jumlah yang sama dengan kelompok yang lainnya. Dalam waktu 25 menit, mereka diminta menyusun sebuah istana yang paling megah. Ukurang megah dilihat dari tinggi, kemewahan, serta keindahan bentuknya. Mereka membentuk istana yang menurut mereka paling megah.

Setiap kelompok bebas memilih desain dan cara kereja mereka. Selama mengerjakan istana, mereka mendaptkan satu peserta larangan, yaitu melihat pekerjaan kelompok lain. Jika peserta salah satu pekerjaan ketahuan melihat pekerjaan kelompok lain sebelum selesai masa pengerjaannya, maka kelompok akan dikurangi nilainya. Setelah waktu 25 menit selesai, instruktur memerintahkan semua peserta untuk berhenti bekerja. Mereka akan diajak melihat hasil karya masing-masing kelompok. Setiap kelompok diminta pula untuk melakukan presentasi tentang letak kemegahan istana. Di akhir presentasi, instruktur akan menilai dan mengumumkan istana kelompok yang keluar sebagai pemenang.

Diskusi

  1. Apa saja dinamika di temui di masing-masing kelompok dalam membangun istana?
  2. Faktor apa yang perlu dikembangkan dalam tim agar memperoleh hasil maksimal?
  3. Apakah perlu mengangkat seorang pemimpin dalam hal ini?
  4. Siapa yang harus menjadi pemimpin dan bagaimana cara memilihnya?
  5. Apa yang paling perlu dilakukan pemimpin dalam memupuk kerja sama tim?

Pembahasan

Pekerjaan yang dikerjakan bersama adalah hal yang biasa dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Didunia usaha, hal semacam itu hampir setiap hari bisa ditemui. Namun, tidak semua usaha bisa menerapkan konsep kerja sama tim secara benar. Dalam permaianan, setiap orang mempunyai obsesi dan pemikiran. Dalam waktu terbatas, bagaimana mereka bisa bersatu padu adalah pertanyaan yang sebenarnya paling mendasar untuk membentuk suatu tim yang kompak dan tangguh. Tim yang efektif akan terlihat dari pembagian hasil yang merata untuk anggota kelompok satu dengan lainnya. Jika ada satu orang yang dominan dan hanya mengomentari tiap kerja anggota tim lainnya, maka hal itu tentunya tidak termasuk kondisi ideal. Selain dari pembagian yang merata, brefing awalnya harus tegas pula. Bayangkan, mereka semua sibuk dengan bagiaannya masing-masing. Kemudian, ketika waktu hampir habis, goal yang berbeda-beda muncul. Satu orang ingin membuat istana yang lebar, orang lain istana yang tinggi, dan orang lain lagi membuat dengan bahan efisien. Sebaliknya, orang yang lain mementingkan kekokohan istana, sehingga menjadi bagian bangunan yang tidak terlalu besar, tetapi menurut persepsinya adalah bangunan yang berkualitas. Semua persepsi awal seharusnya sudah disatukan sejak awal pula.

Dalam dunia usaha, seorang pemimpin yang mengetahui kemampuan anak buahnya akan bisa mengalokasikan pekerjaan secara proporsional. Siapa yang ahli dalam berkomunikasi dengan pelanggan, dia atau mereka akan ditempatkan sebagi front liner. Siapa yang ahli di bidang administrasi di tempatkan di sekretariat. Kemudian, siapa yang punya talenta dalam hal perencanaan akan dimaksimalkan di bagian rencana dan desain. Dengan demikian, ada kesenangan di hati masing-masing anggota tim. Lebih lanjut, briefing awal tentu akan membuat bagian penting kesuksesan tim. Briefing biasa dilakukan oleh orang yang menunjukan tujuan yang hendak ditempuh. Bagaimana dengan kondisi yang dibatasi waktu? Briefing masih tetap menjadi pilihan efektif sehingga mereka bisa langsung bekerja dengan acuan arahan yang telah disampaikan.

Kerja sama dalam tim berarti saling toleransi pula. Terkadang, ada orang yang tidak sanggup melakukan sesuatu di suatu bidang. Orang lain yang lebih mampu seharusnya datang membantu untuk melakukan pekerjaannya, terutama jika orang yang tidak mampu datang dan minta tolong. Jika ternyata kondisi di lapangan terjadi sebaliknya, yaitu orang yang mampu tidak mau membantu, maka seorang pemimpin harus turun tangan. Turun tangan tidak harus terjun langsung melakukan pekerjaan yang terbengkalai secara penuh, tetapi bisa berarti melakukan pendelegasian atau memberikan wejangan ke orang yang lebih mampu untuk membantu.

Dengan demikian kekompakan tim bisa terjaga bagaimana jika tim mulai turun semangat karena mereka merasa bahwa pekerjaan dilaksanakan secara rutin? Jawaban yang standar adalah pemimpin harus mampu membaca dan melakukan refresing secara tim. Refresing bertujuan pula untuk melakukan konsolidasi secara tim. Pemimpin terkadang mengajak tim makan bersama denga suasana yang berbeda atau kadang harus mendengar usulan mereka, tetapi dalam suatu acara outbound training.

Variasi

Variasi permainan bisa dilakukan hanya satu tim, sehingga tidak ada kelompok. Variasi biasa dilakukan untuk melihat teamwork secara keseluruhan.

Diakhir permainan, hadiah untuk tim yang menang bisa bervariasi, yaitu makanan, alat tulis, dan bahkan voucher.

Disarikan dari buku: Team Building, Penulis: Adi Soenarno.

Sumberdaya Manusia

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
No Responses to “The Best Palace Ever”

Leave a Reply