Bermain Papan Dart

Sep 01, 2012 No Comments by

Setiap kelompok peserta terdiri atas 5-8 orang dan mendapatkan 3 kali kesempatan untuk melemparkan peluru paku kearah target berupa bulatan. Jika mengenai pusat bulatan, maka peserta akan mendapatkan nilai tertinggi, lingkar kedua dari dalam, nilainya tertinggi, lingkar kedua dari dalam, nilainya tertinggi kedua, begitu seterusnya sampai lingkar terluar dengan nilai paling kecil. Kemudian, jika paku tidak menancap pada lingkaran atau meleset dari sasaran, peserta tidak mendapatkan nilai.

Angka akumulasi semua peserta dalam satu kelompok akan dijumlahkan. Kelompok dengan total angka tertinggi akan keluar sebagai juara.

Tujuan

Mempraktikan take and give dalam tim dengan saling mengisi di dalam tim secara anggota yang mempunyai kelebihan dan kekurangan untuk mencapai kelompok yang maksimal.

Cara Permainan

Format             : Berkelompok

Waktu             : 15 – 25 menit

Tempat            : Di luar ruangan

Materi              : Dart dengan peluru pakunya

Peserta             : 15 – 30 orang

Trainer mengajak peserta pelatihan keluar ruangan pelatihan, disebuah taman, trainer sudah menyediakan 1 papan dart (papan berbentuk bulat dengan garis melingkar dan titik tengah sebagai sasaran target) dan 3 buah peluru dart (berupa batang belakangnya) sebagai senjata yang dilempar dengan tangan ke arah sasaran dart. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk melempar 30 kali kesempatan. Jadi, 1 kelompok memiliki 30 kali kesempatan melempar. Kesempatan 30 kali boleh menjadi angka akumulasi. Artinya, ada 1 peserta yang boleh melempar 5 kali, tetapi ada pula peserta yang hanya melempar 1 kali, asalkan jumlah keseluruhan lemparan adalah 30 kali. Mengapa demikian? Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada peserta yang dinggap mampu untuk membuat angka bagi kelompoknya dengan melempar lebih dari peserta dart. Kesepakatan kurang mampu dalam permainan kesempatan lebih banyak atau siapa yang hanya diberi kesempatan sekali melempar tergantung pada musyawarah di dalam tim.

Skor untuk permainan berdasarkan sasaran yang dicapai. Pada 1 papan dart, ada 5 lingkaran, dari yang terkecil (sebagai pusat lingkaran) sampai yang terbesar-sebagai lingkar paling luar papan dart.

Lingkar 1 (pusat)                     : nilai 10

Lingkar 2                                 : nilai 8

Lingkar 3                                 : nilai 6

Lingkar 4                                 : nilai 4

Lingkar 5 (terluar)                   : nilai 2

Diskusi

  1. Bagaimana sikap masing-masing peserta di kelompok ketika disodori permainan dart?
  2. Langkah apa yang pertama kali diambil dalam mengatur strategi kelompok?
  3. Bagaimana menentukan kemampuan peserta dalam kelompok?
  4. Bagaimana jika ada anggota yang tidak mau mencoba menembak ke sasaran?
  5. Jika orang yang dinggap lemah di kelompok, tetapi berhasil menyumbangkan angka dengan baik untuk kelompok apa yang seharusnya dilakukan oleh kelompok?

Pembahasan

Dalam kegiatan operasional sehari-hari di organisasi, suatu kelompok umumnya memiliki anggota yang mempunyai keunggulan di bidang tertentu. Di sebuah departemen pada sebuah instansi, ada satu orang yang menonjol di bidang komputer; ada yang punya potensi di bidang memimpin; ada yang paling senior dan dituakan di kelompok; ada yang sangat aktif dalam menggerakan anggota kelompok; dan ada pula yang pasif, tetapi sangat mahir dalam bidang sekretariat (membuat notulen, risalah, administrasi, dan mencatat segala kegiatan operasional). Departemen akan sangat membutuhkan semua potensi dalam berbagai momen atau kejadian khusus potensi di organisasi. Misalnya, mereka harus membuat studi kelayakan untuk suatu proyek baru, maka orang yang terlihat paling menonjol untuk memimpin proyek akan sangat tepat jika ditunjuk sebagai koordinator, sedangkan yang mahir dalam hal sekretariat akan mendukung di bidang administrasi dan pencatatannya. Jika ada even sosial, maka kedua tokoh tadi mungkin tidak berperang aktif. Orang yang justru tepat untuk memimpin acara adalah anggota yang supel dan dinamis dalam menggerakkan anggota kelompok. Demikian seterusnya sehingga kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa kerja sama tim tidak terlepas dari melibatkan unsur potensi yang ada di tim sebagai motor, sedangkan anggota tim yang lain memberikan dukungan penuh demi tercapainya hasil yang maksimal.

Seperti halnya permainan dart yang mengandalkan orang yang dianggap mampu untuk mendapatkan kesempatan lebih dalam melemparkan peluru ke arah sasaran, papan dart, maka demikian pula dalam dunia kerja sehari-hari. Unsur potensi karyawan yang menonjol di bidang tertentu perlu dikedepankan untuk melakukan proyek tertentu, sedangkan staff yang lain tetap aktif mendukung sebagai satu tim yang utuh. Jika ada momen lain, maka staf lain yang mempunyai potensi sesuai dengan keadaan tim yang ditangani saat itu adalah motor dan anggota tim yang lain merupakan pendukung. Team building akan sangat terasa bila ada kerja sama dan saling menyadari kelebihan dan kekurangan setiap anggota kelompok. Jika ada satu dua orang yang ingin “menguasai” seluruh bidang aktifitas, maka hasil yang diperoleh tim tidak akan optimal. Sebagai contoh, ada seorang staff yang berlatar belakang pembukuan dan keuangan, tetapi berambisi untuk memimpin marketing saat ada even promosi. Dia ingin pula memimpin aktivitas sosial, aktivitas produksi, dan kunjungan ke klien. Selanjutnya keadaan akan menimbulkan rasa dominasi yang berlebihan, sehingga anggota tim lainnya tidak bisa berprestasi secara optimal. Seorang top executive pun tidak menangani sendiri semua bagian yang merupakan aktivitas organisasi. Dia malah memberikan wewenang supaya stafnya bisa melakukan tugas, mewakili organisasi. Ada pendelegasian tugas, bahkan keleluasaan berkreasi yang akhirnya bisa memajukan organisasi. Pimpinan memberikan dorongan dan empowerment kepada tiap bagian yang ada di bawah tanggung jawabnya.

Variasi

Permainan dart bisa untuk perorangan.

Selain memilih juara kelompok, trainer bisa pula menyediakan hadiah untuk perorangan yang meraih nilai tertinggi.

Jika permainan merupakan permainan seri (digabungkan dengan permainan lainnya), maka nilai akan dijumlahkan dengan permainan yang lain secara akumulatif.

Angka skor bisa diubah sesuai kebutuhan, misalnya khusus peserta yang mengenai pusat sasaran tidak hanya mempunyai skor 10, tetapi mendapatkan pula bonus 15 angka, jadi totalnya adalah 25. Kemudian tembakan yang tidak menempel di papan dart (meleset ke luar papan) dapat mengurangi nilai 1.

Disarikan dari buku: Team Building, Penulis: Adi Soenarno, Halaman: 29-34.

Sumberdaya Manusia

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
No Responses to “Bermain Papan Dart”

Leave a Reply