Menempatkan Tujuan dalam Rencana Pengelolaan

Nov 01, 2018 No Comments by

Tempatkan tujuan dalam Rencana Pengelolaan. Anda juga dapat menginginkan untuk menempatkan di suatu tempat yang mencolok di mana semua anggota tim proyek dapat melihatnya setiap saat dan mendapatkan inspirasi dari situ, seperti terlihat dalam gambar di halaman terdahulu.

Contoh Praktis: Tujuan

Tentukan mana dari yang berikut ini yang cocok dengan kriteria tujuan. Bagi yang tidak cocok, cobalah cari tahu mengapa hal itu tak memenuhi syarat.

  1. Memperbaiki standar kesehatan masyarakat di Kawasan Wildlands.
  2. Menyelamatkan Taman Nasional Wildlands.
  3. Mendukung Departemen Kehutanan dalam upayanya menerapkan peraturan perburuan di Taman Nasional Wildlands.
  4. Merencanakan lokakarya dengan para pejabat pemerintah.
  5. Mengembangkan mata pencaharian yang berkesinambungan berdasarkan atas pemanfaatan sumber daya alam secara hati-hati dari daerah proyek Wildlands.
  6. Membantu LSM setempat dalam melaksanakan proyek pembangunan berdasarkan konservasi di Kawasan Wildlands.

Memenuhi Semua Kriteria?

  1. Tetapi bukan merupakan tujuan konservasi.
  2. Terlalu umum dan tidak dapat diukur.
  3. Terlalu khusus dan memberikan ilham lebih seperti kegiatan.
  4. Terlalu khusus lebih seperti kegiatan.
  5. Tidak terlalu visioner juga lebih seperti kegiatan.

Mengembangkan Sasaran untuk Proyek Anda (Langkah B2)

Sasaran merupakan pertanyaan khusus yang merinci hasil atau keluaran proyek yang diinginkan. Bila proyek tersebut dikonseptualisasikan dan dirancang dengan baik, realisasi sasaran proyek akan menuju kepada terpenuhinya tujuan proyek. Sasaran yang baik akan sesuai dengan kriteria berikut:

  • Berorientasikan Dampak. Mewakili perubahan yang diinginkan yang diinginkan dalam faktor-faktor ancaman kritis yang mempengaruhi tujuan proyek.
  • Dapat Diukur. Dapat mendefinisikan dalam hubungan dengan skala standar (angka, presentase, pecahan, atau keadaan-keadaan semua/tidak-sama-sekali).
  • Dibatasi Waktu. Dapat dicapai dalam periode tertentu.
  • Didefinisikan secara jelas, sehingga semua orang yang terlibat dalam proyek mempunyai pemahaman yang sama tentang istilah-istilah dalam sasaran.
  • Dapat dicapai dan sesuai dalam konteks lokasi proyek.

Memilih sebuah Faktor dari Model Konseptual Anda.

Sebagai suatu aturan, Anda akan berkeinginan untuk memulai dengan sebuah faktor yang berhubungan dengan ancaman langsung yang terpenting, yang telah Anda identifikasi dalam bab 3. Lalu Anda dapat menggunakan Model Konseptual untuk membantu dalam menentukan intervensi apa yang Anda dapat lakukan untuk mengatasi faktor ancaman ini. Intervensi ini meliputi pengembangan intervensi yang secara langsung berhubungan dengan ancaman langsung ini, atau pengembangan intervensi untuk menangani faktor-faktor ancaman yang tidak langsung.

Menulis sebuah Konsep Sasaran atau Sasaran-sasaran yang Berkaitan dengan Faktor Ini.

Bagi faktor yang dipilih, tuliskan satu atau lebih konsep sasaran. Faktor dipilih dapat mempunyai lebih dari satu sasaran yang berkaitan dengannya, bergantung kepada apa yang ingin Anda selesaikan. Walaupun demikian, selalu terdapat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing situasi, yaitu antara tidak memiliki cukup sasaran dan terlalu banyak sasaran. Umumnya, bila Anda tahu bahwa sasaran terlalu banyak sasaran tersebut. Dipihak lain, Anda juga tidak ingin mempunyai seratus sasaran yang berbeda. Ketentuan umum yang baik adalah mempunyai antara satu hingga tiga sasaran bagi setiap faktor yang ingin Anda lakukan dalam Model Konseptual Anda.

Misalnya, seandainya Anda sedang mengkoordinasi proyek tersebut dalam Skenario Pesisir. Berdasarkan atas Model Konseptual yang disusun, Anda menetapkan bahwa ancaman utama terhadap kesehatan jangka panjang sumber daya laut di lokasi proyek adalah praktik masyarakat setempat memanen ikan dan kerang yang boleh dipanen, dan menghasilkan alat ukur sehingga para nelayan dapat menggunakannya di perahu mereka, dan menyelenggarakan beberapa kali pertemuan dengan anggota masyarakat untuk menjelaskan batas ukuran serta mengapa demikian. Upaya pertama Anda untuk menyusun sasaran mungkin berbunyi:

konsep Sasaran A. menyelenggarakan dua pertemuan dengan para tertua masyarakat untuk menentukan batas-batas ukuran ikan dan kerang yang boleh dipanen, memproduksi 200 alat pengukur, dan menyelenggarakan enam kali pertemuan dengan anggota masyarakat untuk menjelaskan batas ukuran tersebut.

Disarikan dari buku: Ukuran Keberhasilan “Merancang, Mengelola, dan Memantau Proyek-Proyek Konservasi dan Pembangunan”, Penulis: Richard Margoluis dan Nick Salafsky, Hal: 70-72.

Pengelolaan Pengetahuan, Pengelolaan Proyek, Rencana Strategis

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Menempatkan Tujuan dalam Rencana Pengelolaan”

Leave a Reply