Tujuh Kunci Pengelolaan Dana Bantuan yang Efektif

Dec 22, 2011 No Comments by

Pada 16 April 2005, Pemerintah Republik Indonesia, melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2005, mendirikan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Sumatera Utara (BRR). BRR diamanahi tugas untuk mengoordinasi dan menjalankan program pemulihan Aceh-Nias yang dilandaskan pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Dalam rangka membangun Aceh-Nias secara lebih baik dan lebih aman, BRR merancang kebijakan dan strategi dengan semangat transparansi, untuk kemudian mengimplementasikannya dengan pola kepemimpinan dan koordinasi efektif melalui kerja sama lokal dan internasional.

Pemulihan Aceh-Nias telah memberikan tantangan bukan hanya bagi Pemerintah dan rakyat Indonesia, melainkan juga bagi masyarakat internasional. Kenyataan bahwa tantangan tersebut telah dihadapi secara baik tecermin dalam berbagai evaluasi terhadap program pemulihan. Pada awal 2009, Bank Dunia, di antara beberapa lembaga lain yang mengungkapkan hal serupa, menyatakan bahwa program tersebut merupakan “kisah sukses yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan “teladan bagi kerja sama internasional”. Bank Dunia juga menyatakan bahwa kedua hasil tersebut dicapai berkat “kepemimpinan efektif dari Pemerintah”.

Upaya pengelolaan yang ditempuh Indonesia, tak terkecuali dalam hal kebijakan dan mekanisme antikorupsi yang diterapkan BRR, telah menggugah kepercayaan para donor, baik individu maupun lembaga, serta komunitas internasional. Tanpa kerja sama masyarakat internasional, kondisi Aceh dan Nias yang porak-poranda itu mustahil berbalik menjadi lebih baik seperti saat ini.

Guna mengabadikan capaian kerja kemanusiaan tersebut, BRR menyusun Seri Buku BRR. Kelima belas buku yang terkandung di dalamnya memerikan proses, tantangan, kendala, solusi, keberhasilan, dan pelajaran yang dituai pada sepanjang pelaksanaan program pemulihan Aceh-Nias. Upaya menerbitkannya diikhtiarkan untuk menangkap dan melestarikan inti pengalaman yang ada serta mengajukan diri sebagai salah satu referensi bagi program penanganan dan penanggulangan bencana di seluruh dunia.

Seperti tersirat melalui judulnya, buku Tujuh Kunci Pengelolaan Dana Bantuan yang Efektif

ini mengulas aspek finansial dari program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias. Tidak jarang kita melihat begitu besar dana bantuan dijanjikan sesaat setelah bencana dahsyat terjadi, namun sesungguhnya jarang kita lihat bahwa sebagian besar dari dana tersebut berubah menjadi realisasi komitmen. Dalam kasus bencana di Aceh dan Nias, 93 persen dari total US$7,2 miliar yang dijanjikan akhirnya menjadi komitmen – sebuah capaian luar biasa untuk bencana yang tak terbayangkan sebelumnya.

Buku pembelajaran tersebut bisa di download pada halaman Unduh kategori Publikasi.

Informasi dan Laporan, Pemantauan dan Evaluasi, Pengelolaan Dana, Pengelolaan Proyek, Pengukuran Dampak, Sistem dan Mekanisme

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
No Responses to “Tujuh Kunci Pengelolaan Dana Bantuan yang Efektif”

Leave a Reply