Penemu Kecil dengan Gagasan Besar

Jun 03, 2013 No Comments by

Oleh: Harry Susilo

Sejak usia delapan tahun, Linus Nara Pradhana mulai menyenangi dunia penelitian. Bagi siswa kelas VIII SMP tersebut, eksperimen pun menjadi semacam arena bermain dan belajar. Tak heran jika ia kini meraih berbagai penghargaan berkat penemuannya.

Penemuan Nara yang berhasil menyabet prestasi internasional adalah helm berpendingin (gel-coated helmet). Inovasinya itu menyabet medali emas dalam International Exhibition for Young Inventors, di Bangkok, Thailand, pertengahan 2012.

Nara yang kini berusia 14 tahun ini mengungguli 261 peserta lain dari seluruh penjuru dunia. Helm temuannya dinilai sederhana, tetapi memiliki manfaat besar dan aplikasinya cukup mudah. ”Awalnya ada yang meragukan kalau (helm) itu buatan saya, tapi ada juga yang mendukung,” ujar Nara.

Nara awalnya menciptakan helm bertempurung yang diisi air. Karena cepat menguap, helm ini lalu disempurnakan dengan menggunakan gel sodium polyacrylate (dapat ditemukan dalam popok bayi) yang diletakkan di atas tempurung helm dan dapat menampung air berkapasitas 100 mililiter.

Dengan kandungan air itu, helm berpendingin ini dapat menurunkan suhu di dalam helm hingga 21 persen. Hasil kerja keras ini pun akhirnya dipatenkan dan membuat produsen helm, PT Sentral Bahana Ekatama (SBE), tertarik memproduksinya secara massal.

 

Rasa ingin tahu

Di luar kegiatan eksperimen, keseharian Nara tak jauh berbeda dari teman sebayanya. Di suatu siang, sekitar pukul 13.30, seusai pulang sekolah dari SMP Kristen Petra 5 Surabaya, Jawa Timur, Nara dijemput Florentina Rinawati, sang ibu.

”Selain hari Sabtu, biasanya dia pulang sekolah naik angkutan umum sama temannya. Cuma hari ini saya memang pengin jemput,” kata Rina yang menjemput dengan mobil.

Di sekolah, anak berambut pendek ini adalah sosok yang riang dan memiliki banyak teman. Di antara teman sekelasnya, Nara bukanlah siswa dengan prestasi akademis yang menonjol. Namun, ia dikenal memiliki rasa ingin tahu yang besar. ”Nara paling sering tanya sama guru, terutama kalau mata pelajaran yang hafalan,” kata Daniel Marcel (14), teman sekelas Nara.

Sepulang sekolah, Nara mengikuti les mata pelajaran Matematika dan Fisika selama 1,5 jam setiap Senin-Jumat. Sisanya, Nara lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk belajar, membaca buku, dan menonton program dokumenter di televisi.

Didasari rasa ingin tahunya yang besar, Nara senang mengutak-atik benda elektronik yang ada di rumah. ”Dia memang usil, suka bongkar-pasang barang,” kata Rina. Selain itu, Nara juga kerap melontarkan bermacam ide kepada orangtuanya.

Ide-ide ”nyeleneh” Nara justru berawal dari hal sederhana. Saat menciptakan helm berpendingin, misalnya, gagasan Nara itu muncul karena dia merasa iba terhadap ayahnya yang kerap kepanasan saat mengendarai sepeda motor pada siang hari.

Dengan bantuan sang ayah, Gunawan Siswoyo, Nara kemudian mencari tahu formula yang cocok dan mencobanya berulang-ulang hingga akhirnya berhasil menemukan helm berpendingin dengan bahan gel sodium polyacrylate tersebut.

Gunawan berperan cukup besar di balik berbagai penemuan Nara. Hampir 30 tahun Gunawan menjadi guru mata pelajaran karya ilmiah sekaligus elektro di SMP Kristen Petra 3.

”Ide awal selalu dari Nara. Saya hanya membantu mengarahkan untuk mewujudkan ide-idenya itu,” ucap Gunawan.

 

Penemuan terbaru

Inovasi Nara yang terbaru adalah helm pencegah gegar otak yang merupakan pengembangan dari helm berpendingin. Hasil kreasi Nara ini mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), akhir Februari lalu.

Nara membutuhkan waktu lima bulan untuk merealisasikan idenya, helm bernama Cool Impact tersebut. Dengan bantuan Gunawan, Nara melakukan penelitian di laboratorium SMP Kristen Petra 5, kantor PT Sentral Bahana Ekatama, dan Balai Konsultasi Industri.

Sistem pendingin yang menjadi kunci pencegah gegar otak di dalam helm ini terletak pada serbuk dan cairan kimia yang tercampur saat benturan terjadi. Cairan kimia terletak di dalam bungkus plastik berbeda dengan serbuk berwarna merah muda yang menyerupai garam tersebut.

Setelah cairan dan serbuk kimia ini bercampur, terjadi reaksi endotermik sehingga suhu di dalam helm yang tadinya 32,2 derajat celsius dapat turun mencapai 11,5 derajat celsius. Cairan dingin yang terdapat di dalam bantalan helm berfungsi menjadi pengompres kepala.

”Suhu dingin di dalam helm ini hanya dapat bertahan selama 25 menit, makanya sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama,” ujar Nara yang menolak menyebutkan nama cairan dan serbuk kimia itu karena terikat kontrak dengan PT Sentral Bahana Ekatama.

Helm Cool Impact itu kini dalam proses dipatenkan dan juga akan diproduksi massal. Helm gagasan Nara ini dinamai Naravation oleh manajemen PT Sentral Bahana Ekatama.

 

Ingin jadi pilot

Selain helm berpendingin dan antigegar otak, terdapat pula delapan penemuan Nara lainnya dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Beberapa alat itu, antara lain, alat pemotong apel, keranjang sampah untuk menghasilkan pupuk cair, urinoir harum tanpa air, dan biodiesel dari tanaman ketapang.

Meski senang bereksperimen, Nara justru bercita-cita menjadi pilot. Dia memiliki ketertarikan cukup besar terhadap pesawat dan dunia aviasi. Di sela-sela waktu belajarnya, bocah kecil ini menyempatkan diri membaca literatur ilmiah soal pesawat terbang, majalah Angkasa, atau bahkan cerita pembuatan pesawat.

”Bacaan yang paling saya senang adalah buku mengenai cara kerja pesawat untuk terbang,” kata Nara yang memiliki 12 miniatur pesawat terbang dari jenis Boeing hingga Airbus.

Linus Nara Pradhana • Lahir: Sidoarjo, Jawa Timur, 7 April 1999 • Sekolah: – Kelas VIII SMP Kristen Petra 5 – Surabaya- SD Kristen Petra 13 Sidoarjo • Orangtua: – Florentina Rinawati (ibu)- Gunawan Siswoyo (ayah) • Adik: Priskila Nira Pasthika (12) • Penghargaan: – Finalis National Young Inventor – Award, 2011- Medali Emas International – Exhibition for Young Inventors, – 2012- Medali Perunggu Lomba – Penelitian Ilmiah Remaja – Nasional, 2012- Finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), 2013

Sumber: KOMPAS, Senin, 20 Mei 2013.

Cerita Perubahan, Mengawal Perubahan, Pengelolaan Pengetahuan, Sumberdaya Manusia, Teori Pertumbuhan

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
No Responses to “Penemu Kecil dengan Gagasan Besar”

Leave a Reply