Negara-negara Asia yang Potensial untuk Kampanye Direct Mail

Dec 02, 2013 No Comments by

Amerika Utara telah memiliki program penelitian profesional dan kantor pelayanan komputer yang khusus memenuhi kebutuhan pencari dana. Perusahaan-perusahaan ini menyediakan jasa sebagai berikut:

  • Daftar yang cepat, akurat, dan selalu diperbaharui;
  • Jumlah pilihan segmentasi;
  • Analisa dokumen yang sering dilakukan, akurat, dan memasukkan data lengkap;
  • Informasi tambahan tentang kemungkinan sumbangan utama;
  • Keamanan (untuk melindungi daftar terhadap penggunaan yang tidak semestinya).

Situasi ini sangat berbeda di Asia, seperti Indonesia yang saat ni tidak memiliki kantor komputer yang menangani kampanye direct mail untuk LSM Indonesia, juga seperti yang dinyatakan sebelumnya bahwa belum banyak penelitian mengenai kampanye direct mail di Indonesia.

Metode pembayaran juga perlu diperhatikan dalam kampanye direct mail di Asia. Di Amerika Utara, sumbangan sering diberikan dalam bentuk cek, namun metode seperti ini jarang terjadi di Asia. Kecenderungan di Asia menunjukan bahwa transfer bank melalui ATM (Automated Teller Machine) lebih disukai, atau penarikan bulanan yang secara otomatis dipotong dari suatu rekening. Kartu Rata-rata sumbangan melalui program direct mail sekitar Rp 100.000,- per bulan. Sebagai bagian dari penghargaan atas sumbangan dari pemberi dana melalui surat kami selalu mendaftar atas sumbangan dari pemberi dana melalui surat, kami selalu mendaftar nama-nama orang-orang yang memberi dana kepada kami. Sebelumnya, hal ini dilakukan di surat kabar Republika, namun sekarang melalui situs web kami.”

Nana juga menghitung kejadian kusus yang revelan menunjukan pentingnya menjalin hubungan baik dengan lembaga dana melalui direct mail. Ia menjelaskan:

“Pada suatu kesempatan, seseorang hanya memberi Rp 5.000,- kepada Dompet Dhuafa. Tanpa menghiraukan jumlahnya yang sedikit ini, kami menghargai orang ini dengan mengumumkannya di Republika, seperti yang kami lakukan terhadap pemberi dana yang lain. Kemudian pada minggu berikutnya, orang yang sama memberi kepada kami Rp. 25.000.000,-!”

Dompet Dhuafa merupakan suatu contoh organisasi yang paham dalam menanggapi situasi unik di Indonesia. Meskipun keberhasilan mereka sangat luar biasa dalam pencarian dana, Presiden Dompet Dhuafa, Rahmat Riyadi, menyatakan bahwa “kami bukan semata-mata pencari dana namun kami menyatakan bahwa “kami bukan semata-mata pencari dana namun kami berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat”. kasus korupsi sering terjadi di Indonesia, tetapi Dompet Dhuafa mampu menyakinkan lembaga dana atas kredibilitas mereka melalui Laporan Keuangannya yang transparan dan perinci. Ini merupakan tanggapan yang memungkinkan mereka bershasil melaksanakan program direct mail.

Disarikan dari buku: Buklet Sumber Dana Kreatif (Buklet 5 dari 11 Seri Pengerahan Sumber Daya), Penulis: Nina Doyle (VSO) & Deborah Nolan (CUSO), Halaman: 24-25.

Pengelolaan TIK

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Negara-negara Asia yang Potensial untuk Kampanye Direct Mail

Leave a Reply