Definisi Dapat Diandalkan

Aug 03, 2015 No Comments by

Apakah artinya “Dapat Diandalkan”? seorang yang dapat diandalkan berarti mampu, akan dan pasti menyelesaikan tugas yang mereka terima.

Ciri utama bagi praktisi yagn dapat diandalkan adalah memiliki ilmu yang dikuasai dengan sungguh-sungguh. Pramudya Ananta Toer, misalnya, memiliki ilmu menulis yang jelas dikuasainya dengan sungguh-sungguh. Beliau mampu menulis dengan keadaan apa pun, apakah dia sedang di pulau Buru atau di pulau Seribu. Begitu beliau memiliki ilham, saat itu pula beliau mulai mencari kata-kata yang tepat untuk menerjemahkan ilhamnya menjadi buku. Muhammad Ali juga seorang yang memiliki ilmu brtinju kelas wahid. Dia mampu bertinju dengan siapa pun dan di manapun apakah itu di Zimbabwe atau di Jakarta.

Dalam bidang SDM, seorang praktisi SDM belum dapat diandalkan sebelum dia menguasai ilmunya dengan mendalam. Seorang rekruter, misalnya, harus benar-benar menguasai teknik merekrut yang hebat.

Sayangnya, dari berbagai komentar di atas mendengar bahwa banyak karyawan SDM yang ilmu SDM-nya pas-pasan atau seadanya. Karena hasil kerja mereka juga biasa-biasa, akibatnya banyak deprtemen lain menduga bahwa pekerjaan SDM tidak membutuhakn ilmu yang tinggi, cukup akal sehat. Oleh karena itu, praktisi SDM yang ingin tampil professional perlu terus berusaha menguasai cara terbaru, seperti ikut konfersi yang bermutu, seminar, workshop, forum, dll.

Sekarang semua ahli tahu bahwa semua ilmu “sedang” dalam perjalanan kadaluwarsa. Selalu ada ilmu baru yang lebih baik dari ilmu yang dikuasainya hari ini. Seorang ahli juga tahu pasti bahwa aka ada orang-orang dengan pemikiran yang lebih baik dari dirinya kelak yang akan muncul di masa depan. Tidak ada cara lain untuk megikuti perkembangan pemikiran terbaru selain terus belajar.

Tetapi ilmu yang tinggi barulah setengah dari “dapat diandalkan”. Kita semua tentu mengenal orang yang ilmunya tinggi tetapi memiliki reputasi “tidak dapat diandalkan”. Kisah Dr Unah di kota ini menunjukan kasus yang benar-benar terjadi.

 

Mengapa Dr. Unah Tidak Dapat Diandalkan?

Dr. Unah memiliki gelar doktor di bidang pesikologi dari luar negeri. Ketika memulai kariernya di Indonesia pada akhir 90-an, beliau menjadi asisten profesor di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Di samping itu, beliau juga menerima tawaran bekerja di sebuah BUMN. Di samping kedua posisinya itu, Dr Unah juga mendapat izin untuk berbicara dalam berbagai forum nasional.

Dalam seminar di mana beliau bicara, beliau menjelaskan berbagai ilmu baru yang diketahuinya dan pengaruhnya pada hidup manusia. Ulasan dan penjelasan beliau yang sangat menarik membuat beliau makin sering muncul di berbagai seminar.

Kegiatan seminar, penelitian, dan pekerjaan rutinnya di BUMN membuat Dr Unah kerepotan. Di berbagai acara umum, beliau bisa mendadak membatalkan kemunculannya karena karena berbagai alasan. Mutu penelitiannya di universitas dianggap superficial dan hasil kerjanya di BUMN juga dipertanyakan oleh Board of Director. Di ketiga bidang itu, beliau mengembangkan reputasi sebagai orang yang tidak dapat diandalkan.

15 bulan setelah beliau menjabat sebagai direktur BUMN, beliau mengundurkan diri yang disambut baik oleh seluruh direktur yang lain.

Pelajaran dari Dr Unah di atas adalah bahwa selain dari ilmu yang tinggi, seorang praktisi harus memiliki “Komitmen untuk melakukan yang terbaik”. Begitu seorang praktisi bersedia menerima sebuah tugas, pemberi tugas harus merasa tenteram karena yakin bahwa tugas itu akan dikerjakan dengan sebaik-baiknya.

Reputasi SDM sebagai departemen yang “dapat diandalkan” tidak akan muncul dalam sehari, tetapi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dari suatu hasil kerja ke hasil kerja berikutnya. Walaupun ilmu sangat menentukan, namun hasil kerja yang konsisten hanya dapat diperoleh bila sang karyawan SDM sudah “berkomitmen” untuk dapat diandalkan. Akan melakukan dan memperjuangkan apa yang telah disanggupinya walau hal itu tidak popular atau bahkan bila hal itu merugikannya

Disarikan dari buku: Mengapa Departemen SDM Dibenci?, Penulis: Steve Sudjatmiko, Hal: 113-117.

Pengelolaan, Sumberdaya Manusia

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Definisi Dapat Diandalkan”

Leave a Reply