Danum Dz.

Okt 17, 2011 No Comments by

Ia sering diminta menangani urusan komunikasi visual lembaga-lembaga swadaya masyarakat, baik sekadar sebagai tukang grafis maupun konseptor komunikasi lembaga. Tetapi minat utamanya adalah bidang pendidikan: mendorong masyarakat berpikir kritis, sudi mempertanyakan segala sesuatu yang tampaknya mapan.

Menurutnya, cara berkomunikasi lembaga-lembaga swadaya masyarakat perlu diubah mulai dari hal yang paling remeh tapi mendasar: format, gaya, dan kreativitas dalam berkorespondensi (surat-menyurat) yang rutin mereka lakukan hampir setiap hari, baik internal maupun eksternal. Perubahan mendasar pada gaya dan kreativitas korespondensi (komunikasi literal) itu akan memicu kreativitas dan perubahan cara berpikir para personil lembaga, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan kinerja lembaga dalam bidang-bidang lainnya.

Komunikasi visual akan relatif lebih mudah dilakukan, jika komunikasi literal dikuasai. Sebab, saat menuliskan gagasan menjadi suatu tulisan utuh, banyak aspek dilakukan pelakunya: memaparkan pemikiran, merunutkan logikanya, mengolah persuasi, dan sebagainya–semua hal itulah yang dibutuhkan dalam komunikasi visual.

Dalam berbagai kesempatan, ia suka membagi kutipan favoritnya tentang komunikasi (bahasa), yang mungkin merupakan salah satu akar berbagai masalah kebangsaan kita:

Suatu ketika Konfusius ditanya, apa yang pertama kali akan ia lakukan jika harus mengurus negara. Ia jawab, “Meluruskan bahasa.” Si penanya heran, “Mengapa?”

“Jika bahasa tidak lurus, apa yang terucap bisa menyalahi apa yang dimaksudkan. Jika yang dikatakan ternyata bukan yang dimaksudkan, apa yang seharusnya diperbuat akan tetap tidak terlaksana. Jika yang harus dilaksanakan tak dilakukan, moral dan seni akan merosot, keadilan akan tidak jelas arahnya. Jika keadilan menyimpang, rakyat akan bingung tak tertolong. Maka, tidak boleh seenaknya berbahasa. Ini yang paling penting di atas segala-galanya.”

Fasilitator

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
Comments are closed.