Bagaimana Menyusun Rencana Strategis Organisasi Sosial?

Apr 04, 2013 No Comments by

Sebelum kita membicarakan tentang perencanaan strategis sebuah organisasi sosial, maka yang harus diperjelas terlebih dahulu adalah mengapa organisasi ini di bentuk?.

Jika kita berbicara tentang perencanaan strategis organisasi sosial itu artinya kita membicarakan siklus dan fungsi didalam manajemen organisasi.

1

Hal tersebut diatas adalah hal yang lumrah dalam siklus management organisasi. Kemudian pertanyaannya, dimana letak perencanaan strategis? karena planning merupakan instrument dari perencanaan maka posisi perencanaan strategis ada dalam planning.

Mengapa Perlu Rencana Strategis?

Setiap organisasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapainya, sehingga organisasi tersebut harus berupaya untuk mewujudkannya melalui perencanaan. Beberpa hal terkait perlunya sebuah perencanaan diantaranya:

  • Organisasi didirikan memiliki latar belakang dan tujuan
  • Organisasi Sosial beda karakteristik dengan organisasi bisnis dan pemerintahan
  • Perencanaan memegang fungsi penting dalam menentukan arah organisasi, bagaimana sumberdaya dikelola dan tantangan ke depan
  • Perencanaan strategis adalah instrumen untuk memberi arah dan paduan bagi pengelolaan organisasi pada  jangka menengah (panjang) pada masa datang

Penggunaan Perencanaan Strategis

Ada Trend bahwa jika sebuah organisasi tidak melakukan perencanaan strategis seperti ketinggalan. Oleh karenanya, ada dan tidak adanya perencanaan strategis adalah tolak ukur atas kematangan dari organisasi tersebut. Artinya alat ini cukup efektif dalam dinamika sosial organisasi pada saat ini. Perencanaaan strategis selain instrument perencanaan, sekaligus juga merupakan alat analysis untuk melihat dinamika internal dan eksternal organisasi dalam upaya akuntabilitas.

Dalam penyusunan perencanaan strategis organisasi banyak sekali versi turunannya, Tetapi prinsip-prinsipnya sama meliputi ; apa itu misi, definisi, elemen-elemen apa yang digunakan, apa tahapan yang dilakukan dan Jadinya seperti apa. Yang berbeda adalah alat-alat analysisnya, karena disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi tersebut, sehingga menghasilkan sebuah dokumen perencanaan. Berbicara mengenai dokumen, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana proses perencanaan menjadi sebuah dokumen melibatkan seluruh elemen organisasi dalam membangun kesepakatan.

Bahaya Perencanaan Strategis

  • Sekedar instrumental, bukan proses partisipasi
  • Sekedar dokumen, syarat administratif
  • Terburu buru, pengin cepat selesai
  • Kurang peka terhadap dinamika perkembangan
  • Tidak fleksibel dan kaku
  • Asal renstra, logika proses dan hasil tak runut
  • Alat kekuasaan elit organisasi

Elemen Perencanaan strategis

1. Perumusan/Klarifikasi Kebijakan Dasar Organisasi

  • Visi dan misi, prinsip dan nilai, posisi dan peran, tujuan

2. Analisis Eksternal dan Internal

  • Analisis SWOT

 2

3. Perumusan Strategi Dasar Organisasi

  • Fokus area, sasaran intervensi, instrumen intervensi, pola pendekatan

 3

4. Penyusunan Program Utama

  • Logframe Program

 4

Pelajaran dari Lapangan

  • Proses penyusunan renstra adalah pendekatan pengelolaan sosial bukan teknis/ administratif
  • Komunikasi, engagement, partisipasi, kemampuan mendengar menjadi kunci penting
  • Pahami definisi setiap elemen secara jelas dan berpikir dalam kerangka logis
  • Rekam dan catat
  • Peran fasilitator, sekaligus peneliti dan motivator
  • Komunikasi hasil dan feed back
  • Jangan takut mencoba

Sumber: Kelas Kyutri, Jumat, 08 Februari 2013.

Rencana Strategis, Rencana Taktis, Sasaran dan Pendekatan

About the author

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
No Responses to “Bagaimana Menyusun Rencana Strategis Organisasi Sosial?”

Leave a Reply