Panduan Praktis Pengembangan CSR

Jun 01, 2013 Tanggapi? :

Salah satu cara mudah bagi perusahaan untuk mempraktikkan dan mengembangkan program CSR adalah dengan mempelajarinya dari perusahaan lain yang dinilai relatif lebih sukses dalam implementasi program ini. Istilah kerennya adalah benchmarking. Tentu, tidak seluruh program yang bagus diimplementasikan di perusahaan lain langsung cocok diimplementasikan di perusahaan anda. Harus ada kreativitas untuk modifikasi agar program tersebut in line dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

Hal ini dapat dipahami bahwa masing-masing perusahaan mempunyai karakteristik lingkungan dan masyarakat yang berbeda antara satu dengan lainnya. Program yang well implemented di perusahaan ekstraksi misalnya, tidak akan serta merta cocok bila dipraktikkan diperusahaan jasa. Karena itu tersedia cukup ruang untuk berkreasi dan memodifikasi program-program yang diadopsi dari perusahaan yang berhasil sekalipun.

Tidak ada teknik baku yang berlaku umum dan dapat diterapkan secara persis oleh semua perusahaan.

Dengan demikian, sulit rasanya mencari best practice suatu program CSR. Karena pasti tidak ada program yang secara koor diamini oleh segenap perusahaan untuk di copy kemudian di paste kan diperusahaan lain tanpa adanya modifikasi yang diperlukan. Karenanya mungkin bisa dimaklumi bila ada yang mengatakan bahwa tidak ada resep cespleng yang bisa digunakan untuk mengaplikasikan CSR ini. Yang bisa dilakukan barangkali adalah mencoba untuk mengenali kerangka global dan mencari pendekatan mengenai prinsip-prinsip dasar yang dapat dipedomani untuk penerapan CSR secara umum. Beberapa di antaranya akan diuraikan dibawah ini.

Menyusun Perencanaan Program CSR

Secara umum, kita mengenal perencanaan itu terbagi menjadi perencanaan jangka pendek (rencana operasional) dan rencana jangka panjang (rencana strategis). Atau bahkan ada yang menambah lagi dengan perencanaan jangka menengah. Periodanya walaupun tidak ada kesepakatan tunggal, umumnya berkisar satu tahun untuk rencana jangka pendek, sampai dengan lima tahun untuk rencana jangka menengah dan diatas lima tahun untuk rencana jangka panjang. Langkah-Iangkah yang biasa ditempuh antara lain meliputi:

Menetapkan Visi

Penetapan visi ini merupakan langkah penting dalam penyusunan program CSR, karena visi merupakan gambaran dari sesuatu yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Beberapa contoh visi antara lain visi dari perusahaan otomotif terkemuka : menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan. Contoh lain adalah visi salah satu perusahaan pulp and paper: terwujudnya masyarakat sejahtera mandiri melalui kemitraan yang harmonis antara perusahaan dengan Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Apapun visi yang Anda buat, upayakan berada dalam koridor SMART, spesifik, measurable (terukur), achieveable (dapat digapai), realistik (masuk akal), dan timebound (alokasi waktu).

Memformulasikan Misi

Misi mendiskripsikan alasan mengapa perusahaanperlu melakukan program CSR. Misi mengembangkanharapan pada karyawan dan mengkomunikasikanpandangan umum dari perusahaan. Misi menginformasikansiapa perusahaan kita dan apa yang akan dilakukan olehperusahaan kita untuk program CSR. Singkatnya, misimerupakan cara untuk mencapai visi yang diinginkan.

Beberapa contoh misi antara lain visi dari perusahaanotomotif terkemuka: mewujudkan AG (inisial) sebagaiperusahaan yang beroperasi secara excellent berdasarkanpada pendekatan triple bottom line, dengan meningkatkanstakeholders value guna mencapai sustainable business.

Contoh lain adalah misi salah satu perusahaan pulp and paper: Membangun kemandirian masyarakat didalammengembangkan aset ekonomi. Mengembangkansumberdaya alam dan lingkungan. Meningkatkan sumberdaya manusia dan entitas sosial budaya.

Menetapkan Tujuan

Tujuan merupakan hasil akhir atau wujud kongkret dari sebuah visi. Tujuan merumuskan apa yang akan diselesaikan oleh perusahaan dan kapan akan diselesaikan dan sebaiknya diukur jika memungkinkan.

Menetapkan Kebijakan

Kebijakan perusahaan merupakan pedoman umum sebagai acuan pelaksanaan program CSR yang akan di jalankan. Berikut salah satu contoh bagaimana seharusnya kebijakan CSR pada sebuah perusahaan:

  • CSR merupakan investasi sosial perusahaan
  • CSR merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan
  • CSR merupakan upaya untuk memperoleh licence to operate perusahaan dari masyarakat
  • CSR merupakan bagian dari Risk Management

Sumber: Kelas Kyutri, Jumat, 26 April 2013.

Bentuk Penggalangan, Mobilisasi Sumberdaya

Tentang Penulis

lingkarLSM hadir untuk menemani pertumbuhan. Kami mengidamkan masyarakat sipil yang jujur dan punya harga diri. Kami membayangkan ribuan organisasi baru akan tumbuh dalam tahun-tahun perubahan ke depan. Inilah mimpi, tujuan dan pilihan peran kami. Paling tidak, kami sudah memberanikan diri memulai sebuah inisiatif; dan berharap langkah kecil ini akan mendorong perubahan besar.
Belum ada tanggapan. kepada “Panduan Praktis Pengembangan CSR”

Sila Tanggapi